mboh

Emboli

Emboli adalah zat yang tidak larut yang beredar di pembuluh darah kita. Zat ini dapat berupa padat, gelembung udara atau cairan yang tidak larut. [1]
Emboli dapat terjadi karena banyak hal, antara lain kurang gerak dalam waktu lama, emboli udara dari cairan infus atau suntikan, gumpalan kolesterol, sel kanker, reaksi zat pembekuan darah yang berlebihan karena infeksi, cairan ketuban dan gumpalan darah saat operasi.
Pada keadaan normal tubuh dapat mengatasi emboli-emboli ini dengan baik dengan memecahkannya mengaktifkan mekanisme homeostasis darah jalur anti pembekuan (jalur fibrinolitik/ jalur plasmin).
Pada orang yang sakit, biasanya keseimbangan pembekuan-antipembekuan ini kacau sehingga emboli yang beredar dapat menyebar kemana-mana.
Apa akibat dari emboli? Tergantung tempat dia menyumbatnya, antara lain:
1. Jika menyumbat pembuluh darah otak menjadi stroke.
2. Menyumbat pembuluh darah jantung jadi serangan jantung mendadak.
3. Menyumbat ginjal dapat terjadi gagal ginjal.
4. Menyumbat hati dapat terjadi gagal hati.
5. Menyumbat pembuluh darah kaki/tangan dapat jadi koreng/ mati jaringan di kaki/tangan.
6. Di mata bisa terjadi buta mendadak.
Orang sakit cenderung terjadi emboli karena:
1. Dia kurang bergerak
2. Tubuh dalam keadaan stress cenderung meningkatkan faktor-faktor pembekuan dan sitokin-sitokin inflamasi (zat-zat pemancing radang)
3. Banyak sel-sel pecah dan pecahannya beredar di seluruh tubuh.
4. Sering dilakukan tindakan yang memungkinkan pembuluh darah terbuka serta masuklah emboli. Untuk itu semua orang sakit berpotensial terjadi emboli dan diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan yang membuktikannya, antara lain:
1. Pemeriksaan faktor-faktor koagulasi, antara lain :Prothrombin time danactivated Partial Thromboplastin Time (PT, APTT).
2. Echocardiography,pemeriksaan gerakan jantung yang dapat dipantau dari sebuah monitor. Kalau jantung bergerak tidak teratur sering ada trombus (gumpalan darah yang menempel di pembuluh darah serta berikatan dengan jaringan ikat, sehingga mempersempit pembulouh darah) yang kalau terlepas jadi emboli.
3. Ultrasonography ginjal dan hati. melihat apakah ada tanda-tanda keganasan dan perubahan bentuknya. Keganasan sangat mungkin membuat emboli.
4. Pemeriksaan scanning kepala/otak. Dibuktikan kalau otak dalam kondisi baik dahulu. Kalau sudah terjadi penyempitan pembuluh darah, dan terjadi ‘stroke’ selama perawatan, maka ada bukti bahwa si pasien memang sudah sempit pembuluh darah otaknya dan ‘on going stroke’.Selama ini untuk pra operasi cukup dengan gula darah, darah rutin serta ronsen thoraks saja, namun karena telah terjadi ‘emboli-fobia’ di dunia medis Indonesia, maka pemeriksaan-pemeriksaan yang selama ini diabaikan sebaiknya dilakukan.’Clinical pathway’ yang selama ini sangat sederhana pemeriksaan penunjangnya harus disesuaikan dengan adanya ‘kewaspadaan universal terhadap emboli’.


    Referensi

  1. ^ Emboli fobia dianggap setara kewaspadaan universal
Plugin referensi dapat didownload disini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>