mboh

Indonesia


Warning: mktime() expects parameter 4 to be long, string given in /home/pengetah/public_html/i/wp-content/plugins/infoboxnegara/infoboxnegara.php on line 42

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau, [1] [2] oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara. [3] Dengan populasi sebesar 246,9 juta jiwa pada tahun 2012, [4] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.

”Indonesia”
Motto ”Bhinneka
Ideologi ”Pancasila”
Lagu ”Indonesia
Ibukota ”Jakarta”
Bahasa Resmi ”Indonesia”
Pemerintahan ”Republik”
Wakil Presiden ”Jusuf
Kemerdekaan ”17″ ”1945″ (2016 tahun)
Luas ”1,904,569
Penduduk ”246,9
Mata Uang ”Rupiah
Zona Waktu ”WIB
Lajur Kemudi ”Kiri”
Ranah Internet ”.id”
Kode Telepon ”+62″
Presiden Pertama ”Soekarno”

Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia-Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah suku terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia.[9] Semboyan nasional Indonesia, “Bhinneka tunggal ika” (“Berbeda-beda tetapi tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.

Chapter 1. Etimologi

Kata “Indonesia” berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti “Hindia” dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti “pulau”. [5] Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. [6] Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk “Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu”. [7] Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. [8] Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia-Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).[7]

Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik.[7] Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau pada tahun 1913.[11]

Terumbu Karang

Terumbu Karang Tampilkan

Chapter 2. Fakta

  • 2013. 8,8 juta wisatawan asing kunjungi Indonesia. [10]
  • Tiap Hari, 33 Juta Orang Indonesia Buka Facebook [11]
  • Peringkat 18 dunia penghasil spam versi Kaspersky
  • Untuk tahun 2013, peluang pasar software di Indonesia sebesar USD 800 juta.
  • Saat ini produksi minyak Indonesia terus turun dan hanya bisa mencapai sekitar 840 ribu barel per hari.
  • cadangan minyak Indonesia tersisa 3,6 miliar barel atau hanya 12 tahun lagi. [12]
  • Jumlah total impor BBM yang harus dilakukan Indonesia tiap hari mencapai 400.000 barel. Karena itu, jumlah dolar yang dibutuhkan Indonesia untuk mengimpor BBM mencapai US$ 36 juta.

 


    Referensi

  1. ^ Indonesia Daftarkan 13.487 Pulau ke PBB
  2. ^ Justus M. van der Kroef (1951). “The Term Indonesia: Its Origin and Usage”. Journal of the American Oriental Society 71 (3): 166–171. doi:10.2307/595186
  3. ^ Biro Pusat Statistik bps.go.id
  4. ^ Indonesia, diakses 18 Maret 2014
  5. ^ Anshory, Irfan (16 Agustus 2004). “Asal Usul Nama Indonesia”. Pikiran Rakyat. Diakses 5 Oktober 2006.
  6. ^ Earl, George S. W. (1850). “On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations”. Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 119.
  7. ^ Logan, James Richardson (1850). “The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders”. Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 4, 252–347.; Earl, George S. W. (1850). “On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations”. Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 254, 277–278.
  8. ^ Pope (1988). “Recent advances in far eastern paleoanthropology”. Annual Review of Anthropology 17: 43–77. doi:10.1146/annurev.an.17.100188.000355. cited in Whitten, T; Soeriaatmadja, R. E., Suraya A. A. (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. hlm. 309–312.; Pope, G (15 Agustus, 1983). “Evidence on the Age of the Asian Hominidae”. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America 80 (16): 4,988–4992. doi:10.1073/pnas.80.16.4988. PMID 6410399. cited in Whitten, T; Soeriaatmadja, R. E., Suraya A. A. (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. hlm. 309.; de Vos, J.P.; P.Y. Sondaar, (9 Desember 1994). “Dating hominid sites in Indonesia” (PDF). Science Magazine 266 (16): 4, 988–4992. doi:10.1126/science.7992059. cited in Whitten, T; Soeriaatmadja, R. E., Suraya A. A. (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. hlm. 309.
  9. ^ Detik.com, “30,4 Persen Terumbu Karang di Indonesia Rusak, yang Terparah di Teluk Jakarta”, diakses 17 April 2014
  10. ^ 8,8 juta wisatawan asing kunjungi indonesia selama 2013, diakses 3 Februari 2014
  11. ^ KOMPAS, Tiap Hari, 33 Juta Orang Indonesia Buka Facebook, diakses 20 September 2013
  12. ^ Produksi Minyak RI Sekitar 840 Ribu Barel/Hari, Kalau Arab Saudi Berapa?, diakses 30 Agustus 2013
Plugin referensi dapat didownload disini
mboh

Bali

Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia, yang terkenal juga sebagai pulau dewata dan menjadi obyek wisata yang wajib untuk dikunjungi baik bagi turis lokal ataupun manca negara. Obyek wisata di Bali disamping pemandangan yang luar biasa indah-indah, juga kesenian daerah dan kuliner.



Booking.com

Wisata di pulau Bali

Air Sanih
Air terjun Gitgit
Air Terjun Tegenungan
Amed
Batubulan, Sukawati, Gianyar
Batukaang, Kintamani, Bangli
Beraban, Selemadeg Timur, Tabanan
Candi Dasa
Pantai Dreamland
Jagaraga, Sawan, Buleleng
Jatiluwih, Penebel, Tabanan
Jimbaran, Kuta Selatan, Badung
Kalibukbuk, Buleleng, Buleleng
Kebun Raya Eka Karya Bali
Kelating, Kerambitan, Tabanan
Kintamani, Bangli
Nusa Dua
Padangbai, Manggis, Karangasem
Pantai Kusamba, Bali
Pantai Kuta
Pantai Lovina
Pantai Pandawa
Pantai Sanur
Nusa Penida
Pura Dalem Sangsit
Sangeh
Sangsit, Sawan, Buleleng
Seminyak, Kuta, Badung
Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana
Taman burung bali
Taman Ujung
Tanah Lot
Tegallalang, Tegallalang, Gianyar
Tenganan, Manggis, Karangasem
Terunyan, Kintamani, Bangli
Tirta Gangga
Tuban, Kuta, Badung
Tulamben, Kubu, Karangasem
Ubud
Vihara Satya Dharma, Benoa