Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau JamKesNas merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran, pembayaran bisa di kantor BPJS, bank atau minimarket [1] atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. [2]

Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan dilaksanakan mulai tahun 2014 adalah upaya negara untuk menjamin hak setiap warga negara untuk dapat hidup sehat dan produktif.


Manfaat JKN

  • Peserta jaminan kesehatan mendapat jaminan kesehatan meliputi fasilitas primer, sekunder dan tersier, baik milik pemerintah maupun swasta yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
  • Menjamin kesehatan medis dari administrasi pelayanan, pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis seseorang sampai non-medis seperti akomodasi dan ambulan.
  • Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non-operatif, kemudian pelayanan transfusi darah sesuai kebutuhan medis.
  • Manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan kesehatan perorangan, mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Di mana pelayanan promotif dan preventif meliputi pemberian pelayanan, penyuluhan kesehatan perorangan, imunisasi dasar, keluarga berencana dan skrining kesehatan. Kemudian, pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama dan pelayanan rawat inap tingkat pertama sesuai dengan keluhan penyakit.
  • Menjamin pelayanan kesehatan sebanyak lima anggota keluarga, termasuk pembayar iuran.

Seperti beberapa negara maju lainnya, Indonesia akan menerapkan JKN dengan sistem asuransi sosial. “Semakin banyak orang yang ikut JKN, semakin banyak orang yang akan menanggung biaya kesehatan,” kata Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan Kementrian Kesehatan, Usman Sumantri di Jakarta (22/8/13).

Pada 2014 nanti, JKN baru mencakup pegawai negeri, anggota TNI/Polri, serta penduduk miskin dan tidak mampu. Ditargetkan pada tahun 2019 seluruh rakyat Indonesia sudah masuk dalam kepesertaan JKN.

Iuran

Pekerja yang memiliki pemasukan tetap, iuran JKN 2014 adalah sebesar 5 persen dari pendapatan yang tidak kena pajak. Dari jumlah tersebut, 2 persen ditanggung pekerja dan 3 persen dibayarkan perusahaan atau pemberi kerja.[cite key="1"]

Jumlah iuran yang dibayarkan itu bisa menanggung pekerja, istri, dan tiga orang anaknya.

Sedangkan untuk pekerja non penerima upah mendapatkan porsi yang berbeda. Pekerja non penerima upah adalah, orang yang bekerja namun tidak memiliki pendapatan tetap misal pedagang asongan, supir angkutan umum, atau kuli. Iuran pekerja ini ditentukan dengan nilai nominal, bukan berdasarkan persentase.

Ada tiga jenis pilihan premi yang dibayar tiap bulan. Untuk pelayanan di ruang kelas 3, besarnya Rp25.500 per orang. Untuk pelayanan rawat inap di kelas 2, besarnya Rp42.500 setiap orang per bulan, dan pelayanan di kelas 1 sebesar Rp59.500 per orang. [3]

Batas Tanggungan

Hampir semua penyakit di-cover asal sesuai dengan indikasi medis, termasuk pemeriksaan penunjang dan alat-alat kesehatan yang diperlukan seperti kacamata ataupun obat kanker yang mahal. Hampir-hampir tidak ada batasan asalkan sesuai dengan indikasi medis, kecuali kalau tidak memenuhi prosedur. [4]

Pendaftaran

Pendaftaran dapat langsung mendatangi BPJS terdekat dengan menyiapkan fotokopi KTP, kartu keluarga, dan pas foto berwarna 3×4 (2 lembar). Di BPJS nanti diminta mengisi formulir dan diberikan nomor pendaftaran. Setelah itu, calon peserta JKN bisa membayar premi melalui kantor pos atau setor tunai di ATM BNI, BRI, dan Mandiri. Setelah membayar, nomor pendaftaran baru ditukar menjadi kartu keanggotaan. Dan premi selanjutnya, dapat secara rutin dibayarkan tiap bulan. [5]

Selain pendaftaran melalui BPJS terdekat, pendaftaran JKN bisa melalui bank BNI, BRI dan Mandiri yang bekerjasama dengan BPJS. [6]
- BRI Roxymas Jakarta

Pendaftaran bisa melalui website www.bpjs-kesehatan.go.id. Berikut beberapa prosedur yang perlu diperhatikan oleh calon peserta:

1. Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum mendaftar kepesertaan BPJS-Kesehatan secara online:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Kartu Keluarga (KK)
- Kartu NPWP
- Alamat e-mail dan nomor ponsel yang bisa dihubungi

2. Calon Peserta mengisi isian secara lengkap (Nama, tanggal lahir, alamat, e-mail, dan lain-lain)
Besaran iuran adalah sesuai dengan kelas perawatan yang Anda pilih, yaitu:
- Kelas III = Rp. 25.500/Bulan
- Kelas II = Rp. 42.500/Bulan
- Kelas I = Rp. 59.500/Bulan

3. Setelah menyimpan data, sistem akan mengirimkan e-mail notifikasi Nomor Registrasi ke alamat e-mail sesuai dengan yang diisikan oleh calon peserta.

4. Calon peserta dapat mencetak Formulir Pendaftaran dan Nomor Virtual Account sebagai kelengkapan dokumen pada saat akan mengambil Kartu BPJS Kesehatan ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat.

5. Kelengkapan dokumen pada saat akan mengambil Kartu BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut:
- Kartu Tanda Penduduk (asli dan fotokopi)
- Fotokopi Kartu Keluarga
- Fotokopi Surat Nikah
- Pasfoto berwarna 3×4 cm (2 lembar)
- Formulir Pendaftaran (bisa Anda dapatkan setelah Proses Aktivasi Pendaftaran)
- Lembar Virtual Account (bisa Anda dapatkan setelah proses aktivasi pendaftaran)

”Tempat Tampilkan

Pelayanan kesehatan yang tidak dijamin dalam JKN:

[7]
1. Pelayanan di fasilitas kesehatan yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan
2. Pelayanan tidak sesuai indikasi medis atau untuk tujuan estetika
3. Pelayanan pengobatan alternatif
4. Pelayanan untuk mendapatkan keturunan
5. Pelayanan berobat ke luar negeri untuk tujuan estetika
6. Pelayanan untuk gangguan kesehatan akibat menyakiti diri sendiri (bunuh diri/narkoba).

Puskesmas, RS, dan Klinik di Jakarta yang bekerjasama untuk Program BPJS [8].

  1. ^ Pemerintah Siapkan Rp. 19,3 Triliun untuk Dana Kesehatan Warga Miskin, diakses 29 Agustus 2013

    Referensi

  1. ^ Bayar iuran bisa dilakukan di minimarket
  2. ^ Apa itu JKN
  3. ^ Ikut jkn berapa premi yang harus dibayar
  4. ^ Sebelum ke RS, peserta BPJS wajib dirujuk dokter
    , diakses 16 April 2014
  5. ^ Ikut jkn berapa premi yang harus dibayar
  6. ^ Daftar JKN sekarang bisa lewat bank, diakses 24 Februari 2014
  7. ^ Belum jadi peserta jaminan kesehatan nasional yuk daftar gampang kok
  8. ^ Puskesmas, RS, dan Klinik yang bekerjasama untuk Program BPJS, diakses 3 April 2014
Plugin referensi dapat didownload disini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>