mboh

Terapi Steam Cell

Terapi steam cell/sel punca/sel induk adalah terapi untuk mengobati suatu penyakit dengan menggunakan sel induk.

Terapi stem cell terbagi menjadi tiga jenis, yaitu autologus (sumber stem cell dari diri sendiri); syngenic (sumber stem cell dari saudara kembar identik); dan alogenik (sumber stem cell dari saudara kandung, orang tua atau orang lain).

Stem cell menjadi sangat penting dalam dunia medis karena diyakini dapat digunakan untuk terapi penyakit yang saat ini masih sulit disembuhkan. Beberapa penyakit tersebut antara lain leukemia, anemia, thalassemia dan cerebral palsy.

Terapi dengan menggunakan stem cell sekarang ini dikenal dengan regenerative medicine, yaitu terapi dengan tujuan memperbaharui atau memperbaiki sel/jaringan yang rusak atau tidak berfungsi.

Sumber stem cell sendiri bisa didapat dari macam-macam bagian tubuh, di antaranya sumsum tulang, darah tepi, jaringan lemak dan sel masing-masing organ.

Terapi regeneratif ini sendiri berawal dari saat sel telur dan sperma menyatu dan menjadi zygot (telur yang difertilisasi). Manusia itu terbentuk dari satu sel, yang sekitar tiga minggu kemudian menjadi stem cell embrionik. [1]

Praktik ini legal karena ada payung hukumnya, yakni UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 834/MENKES/SK/IX/2009. [2]

Steam cell darah tali pusat
Proses pengambilan stem cell dari darah tali pusat dimulai saat bayi dilahirkan (persalinan normal maupun operasi caesar). Darah akan diambil oleh dokter setelah tali pusat diklem dan dipotong, sehingga tidak ada rasa sakit maupun risiko pada ibu dan bayi. Jika ibu ingin menyimpan tali pusat atau ari-ari si bayi, maka tidak menjadi masalah sebab yang diambil hanya darahnya saja, sedangkan bagian lain akan dikembalikan pada keluarga.

Di laboratorium, darah tali pusat diproses untuk pemisahan stem cell. Begitu sudah didapatkan, stem cell akan disimpan pada suhu -196 derajat celcius dalam nitrogen cair di sebuah alat yang disebut sebagai cryotank, sehingga sel tetap dalam kondisi baik dan stabil. Stem cell ini nantinya bisa disimpan sampai usia anak mencapai 21 tahun.

Untuk menyimpan dibank darah tali pusat biaya yang dibutuhkan berkisar 12,5 juta untuk setahun pertama dan 1,7 juta setiap tahun berikutnya. [3]


    Referensi

  1. ^ http://m.detik.com/health/read/2013/12/03/152850/2431226/763/, diakses 4 Desember 2013
  2. ^ Bukan praktik ilegal stem cell di indonesia ada payung hukumnya, diakses 4 Desember 2013
  3. ^ http://m.detik.com/health/read/2013/12/03/180112/2431534/763/, diakses 4 Desember 2013
Plugin referensi dapat didownload disini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>